Menu

4 Alasan Mengapa Staff Berpotensi Anda Resign

Submitted by: Power Admin - 00147107208113 Ags 2016, 14:08:01

Keputusan untuk tetap tinggal atau berhenti merupakan sepenuhnya hak seorang pekerja. Seratus persen menjadi kewenangan dan telah melalui berbagai pertimbangan. Namun, jika Anda adalah seorang HRD atau manager, apakah Anda sempat berfikir bahwa Anda juga terlibat dalam keputusan yang mereka ambil. Apalagi saat para karyawan berpotensilah yang mengundurkan diri. Nampaknya alasan mereka untuk pergi bisa menjadi evaluasi tersendiri.

Berikut adalah empat alasan terbanyak mengapa seorang karyawan berpotensi memutuskan untuk resign


a.System Apresiasi dan Reward yang Tidak Jelas

Seorang atasan memang mempunyai kewajiban untuk memberi deadline serta arahan kerja yang jelas. Namun, disisi lain karyawan tetaplah seorang manusia. Mereka bisa merasa jenuh atau tertekan disaat-saat tertentu. Oleh karena itu sebuah apresiasi menjadi hal yang penting. Selain itu, seorang atasan juga harus mampu melihat apa yang mampu menjadi motivasi kerja para staffnya.

b.Management yang tidak rapi

Sebuah ungkapan mengatakan “People don’t leave companies, they leave their managers”. Ungkapan ini terdengar hampir sempurna saat kita bandingkan dengan alasan yang pertama. Namun, bukan sepenuhnya karena manager yang tidak belum peka terhadap staffnya. Bisa jadi, management dan system kantorlah yang menyulitkan posisi manager. Peraturan yang tidak jelas, informasi yang simpang siur, susahnya koordinasi dan terlalu banyak birokrasi merupakan beberapa contoh management yang tidak rapi.

c.Penempatan pada posisi yang salah

Kadang kala seorang staff mempunyai bakat yang berbeda dibandingkan dengan posisinya. Contoh, seorang yang belum punya leadership namun karena alasan tertentu harus menjadi seorang pemimpin. Selain akan menyusahkan dirinya sendiri, dia juga tidak akan memberikan kontribusi yang positif.

d.Terlalu banyak beban kerja

Beban kerja berlebihan dan tidak masuk akal juga menjadi faktor penting kenyamanan staff.Seorang atasan, atau HRD harus paham dan mengukur kemampuan anak buahnya. Bukan untuk memanjakan anak buah, tapi lebih pada mengukur kapasitas. Jika dipaksakan, pada akhirnya akan terbentur dengan dua pilihan . Pekerjaan staff yang asal jadi atau mereka akan mengundurkan diri


RELATED NEWS